Dahulu kala tersebutlah sebuah kerajaan yang sangat kaya raya dan sejahtera kehidupan rakyatnya. Kerajaan yang kaya raya ini dipimpin oleh seorang raja yang sangat baik, adil lagi bijaksana. Kerajaan ini dahulunya adalah sangat miskin dan kekurangan sumber bahan pangan. Namun setelah rajanya berganti, kerajaan yang dulunya miskin dan sangat kekurangan ini menjadi kaya raya dan memiliki sumber pangan yang sangat melimpah.

Suatu ketika sang raja membuat pesta besar-besaran tujuh hari tujuh malam untuk merayakan musim panen yang hasilnya melimpah-ruah. Raja mengundang seluruh rakyatnya untuk datang ke dalam kerajaan dan menikmati hidangan yang disediakan raja untuk para rakyatnya.

Sang raja yang sangat baik ini merayakan musim panen dengan membuat pagelaran-pagelaran yang dilakukan oleh anggota kerajaan. Mulai dari tari-tari yang beraneka ragam hingga pawai kerajaan mengelilingi desa-desa yang dipimpin langsung oleh sang raja dan diikuti oleh seluruh anggota kerajaan.

Pada hari ketujuh dari pesta besar yang dibuat oleh kerajaan. Raja membuat sayembara bagi siapa yang bisa menyeberangi kolam yang terdapat dalam kerajaan yang panjangnya kurang lebih 10 meter maka akan mendapatkan hadiah besar dari raja. Yaitu satu peti emas. Namun, didalam kolam tersebut berisi banyak sekali buaya-buaya yang kelihatannya sedang sangat lapar.

Sampailah berita tersebut hingga ke penghujung negeri. Maka datanglah berbagai macam manusia dari berbagai daerah. Hingga sampailah pada hari yang telah ditunggu-tunggu, hari sayembara. Satu persatu peserta sayembara masuk kedalam lokasi kolam yang terdapat di dalam kerajaan. Orang pertama maju dengan sombongnya. Ia berenang dengan cepatnya hingga 5 meter hendak sampai di penghujung kolam sang peserta pun dimakan oleh buaya. Orang kedua pun dengan maju dengan ragu-ragu. Ia pun berenang dan nasibnya pun sama dengan orang pertama. Begitu seterusnya hingga tersisa hanya beberapa orang saja lagi.

Raja hampir putus asa karena tidak ada yang bisa memenangkan sayembaranya. Seketika itu terdengar suara orang yang sedang berenang dengan sangat cepat dan berhasil sampai ke ujung kolam. Raja langsung bertemu dengan orang tersebut dan memberikan dia penghargaan sambil berkata “selamat nak, kamu telah memenangkan sayembara ini”. Anak laki-laki tadi bingung keheranan, karena dia merasakan tidak senang memengkan apapun. Dan raja mengatakan kepadanya karena dia telah berhasil meyebrangi kolam yang penuh dengan buaya hingga sampai ke penghujung kolam dengan selamat. Sang anak laki-laki itu pun mengatakan kepada sang raja bahwa tadi dia itu didorong oleh kawannya hingga masuk ke dalam kolam. Karena tau di dalam kolam itu terdapat banyak buaya dia pun berenang dengan cepatnya. Raja hanya tertawa mendengar cerita sang anak, dan tetap memberikan hadiah kepadanya.

Tanpa diduga-duga rezeki itu bisa saja datang disaat-saat yang tidak kita duga-duga. Kadang disaat kita berada dalam suatu masalah pun terkadang disana masih ada pintu rezeki yang dibuka oleh Allah Swt. Oleh karenanya, ketika dalam keadaan senang hendaklah kita mengucapkan rasa syukur dan juga ketika dalam keadaan susah hendaknya kita juga bersyukur kepada Allah, mungkin saja lewat itu Allah bukakan pintu rezki yaitu pahala yang sangat besar ukurannya. Wallahu’alam..

 

Nama : Eka Nurtiana (1405118901)

Kelompok : 2 (tentang Sastra )

Teks Anekdot

Iklan