Program pengalaman lapangan yang sering kita singkat PPL  merupakan salah satu kegiatan wajib bagi setiap mahasiswa FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) UR khususnya mahasiswa semester VII sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana pendidikan. Mahasiswa dituntut untuk turun ke sekolah-sekolah yang belum pernah mereka kunjungi sebelumnya untuk mengaplikasikan ilmu keguruan yang telah mereka pelajari selama VI semester. Kegiatan PPL ini semata-mata bukan kegiatan untuk mengabdi dengan sekolah tertentu, melainkan kegiatan yang dikhususkan untuk mahasiswa dalam meningkatkan dan memperdalam ilmunya dalam praktik mengajar dan teknik persekolahan.

Dalam praktik mengajar disekolah-sekolah, tidak sedikit hal-hal baru yang dialami oleh seorang calon guru (mahasiswa FKIP) dalam berinteraksi dengan peserta didik.  Menurut beberapa senior yang sudah melakukan PPL yang saya wawancarai, rata-rata yang mereka alami ketika sedang praktik mengajar sama semua yaitu mulai dari siswa yang meribut ketika proses belajar mengajar sedang berlangsung, terlambat, bandel, pacaran dikelas hingga siswa yang cuek, acuh tak acuh dengan guru yang mengajar. Calon guru (khususnya mahasiswa PPL ) hendaknya bisa menyesuaikan diri dengan siswa-siswa tersebut. Berikut tips-tips yang dianjurkan kakak-kakak yang sudah melakukan PPL dalam hal menghadapi anak murid yang akan menjadi bahan pertimbangan kalian “para calon guru” ketika PPL nantinya, diantaranya:

  1. Ciptakan kesan pertama yang baik untuk anak-anak

Jadi saat pertama kali kita ketemu anak-anak itu, kita harus memberikan kesan yang baik, nampakkan kita itu seorang guru. Karena kesan pertama itu yang akan menjadi tolak ukur anak-anak itu terhadap kita selanjutnya.

  1. “Sok Akrab”

Posisikan diri kita menjadi bagian dari mereka, dengan “sok akrab”. Bagian ini jadi kita letakkan di awal perkenalan dan sehari-hari. Perkenalan awal itu adalah penentu apakah kita akan disukai atau tidak. Walaupun kadang proses juga yang akhirnya akan membiasakan. Tapi sebaiknya diawal pertemuan kita jadi sepercaya diri mungkin dengan mengenalkan diri kita lengkap dengan alamat-alamat sosmed kita

  1. Serius dalam mengajar

Boleh serius dalam mengajar namun selingi dengan adanya permainan, nah seorang guru dituntut agar bisa mengaplikasikan model pembelajaran yang menarik minat belajar anak-anak tersebut. Jadi untuk setiap pertemuan tiap minggunya itu diusahakan metode pembelajarannya  jangan sama, buatlah lebih bervariasi sehingga siswa tersebut tidak bosan dengan pembelajaran yang hanya begitu-begitu saja. Misalnya kegiatan motivasi pada kegiatan pembuka pembelajaran.

  1. Suasana kelas

Nah, untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menarik untuk susunan bangku kelas atau pun posisi tempat duduk anak-anak hendaknya jangan sama, setidaknya sebulan sekali kita yang merombak posisi duduknya sehingga siswa bisa lebih intensif dalam pembelajaran.

  1. Tatap mata mereka satu-satu

Kita sebagai guru jangan terpaku hanya di depan, tetapi usahakan kita menatap semua siswa. Jadi biar semua siswa itu merasa kalau mereka itu diperhatikan. Kalau seandainya kita tidak bisa memperhatikan mereka semua, pandang saja ubun-ubun mereka atau kepala mereka, maka akan kelihatan seolah-olah kita memandang mereka semuanya. Ini merupakan jurus jitu agar semua siswa merasa kalau mereka itu diperhatikan.

  1. Gunakan sentuhan

Sentuhan disini maksudnya adalah seperti elusan pada kepala si anak atau elusan pada bahunya. Kita sebagai seorang guru memberikan penghargaan kepada siswa bukan saja dengan ucapan tetapi bisa juga dengan sentuhan seperti mengelus kepala sang anak sambil berkata “baguus.. tingkatkan lagi belajarnya yaa…” respon-respon seperti itu mungkin sepele jika kita lihat, tetapi dengan adanya itu, si anak merasa diperhatikan dan pendekatan kita terahadap mereka itu akan jadi lebih intensif.

  1. Suara kita harus lantang

Jadi untuk menjadi seorang guru hendaknya kita memiliki suara yang lantang bisa didengar dari depan hingga kebelakang kelas, dan juga vocal yang jelas. Jadi maksimalkan suara kita ketika mengajar biar jelas dan  jangan cempreng

  1. Penampilan

Penampilan seorang guru juga perlu di perhatian, karena siswa akan menilai kepribadian seorang guru dari penampilannya. Jika saja penampilan kita itu mencolok tentu saja itu akan menjadi perhatian para siswa, omongan bahkan cemoohan. Tetapi jika penampilan seorang guru itu rapi tentu saja siswa akan menilai baik terhadap si guru.

  1. “Menjadi Preman”

Menghadapi siswa yang bandel adalah dengan jurus “menjadi preman” juga. Dekati dia dengan dialog-dialog ringan, jangan pernah tanyakan kenapa dia datang terlambat, atau tidak membuat tugas, alihkan dengan “apasih yang kamu suka?” atau kalau kita tau dia hobinya main musik, kita ajak dia ngobrol tentang musik, perlahan-lahan setelah dia mulai nyaman kita bisa menjurus ke beberapa pertanyaan yang klasik to do point “bahasa itu membosankan ya” “apa yang kamu pikirkan tentang pelajaran bahasa?”. Biasanya dengan pertanyaan yang to do point seperti itu siswa akan lebih jujur, jadi dia tidak merasa di dikte karena ditanya kenapa gak suka masuk jam ini atau kenapa sering terlambat.

  1. “Bertanya dengan teman dekatnya”

Menghadapi siswa yang tidak peduli adalah dengan jurus “bertanya teman dekatnya”. Menghadapi siswa yang tidak peduli jangan kita langsung mencoba meng”akrabkan” diri langsung karena siswa yang seperti ini biasanya gampang ilfil dengan guru yang sok akrab. Kita bisa tanya ke temannya kenapa dia tidak suka pelajaran bahasa, mungkin dia tidak mengerti atau ngantuk atau memang tidak suka. Setelah kita tahu kita coba eksperimen permainan dalam pelajaran, siswa yang sudah aktif pun insyaallah akan semakin bergairah dalam belajar.

  1. Menggunakan trik-trik cerdas menghadapi kelakuan siswa di kelas

Ketika menghadapi siswa yang banyak tanya kita bisa pakai jurus “terima dan lempar”. Kita tampung pertanyaan terus kita lempar ke siswa lain, jadi siswa lain juga berkesempatan untuk berargumen atau berpendapat. Dan ketika menghadapi siswa yang kasmaran di kelas. Kita pakai jurus “cie-cie di kelas”. Biasanya siswa gini langsung malu jadi dia pisah tempat duduk dengan di dianya wkwkwk

Naaah,,, itu tadi tips-tips yang bisa kita terapkan ketika kita PPL nantinya. Semoga bermanfaat bagi kita semuaa.. terimakasih.

 

Eka Nurtiana (1405118901)

Kelompok 2 PMS (Bagian Tips-tips)

Iklan