Tepat pada hari sabtu, tanggal 09 Januari 2016 pukul 08.00 WIB kami mahasiswa FKIP Pend Bahasa Indonesia Kelas A melakukan kegiatan permainan rakyat sebagai bentuk realisasi dari mata kuliah kami bersama Bapak Drs. Elmustian, M.A yaitu Pendidikan Budaya Melayu. Pada hari itu kami merasa menjadi seperti anak-anak kembali, serasa seperti kembali ke masa kecil dulu. Pagi itu kami bersama-sama bermain kasti. Berikut gambarnya

Kami membagi kelompok menjadi dua bagian, ada yang main dan ada yang menjaga. Permainan dimulai dengan seru, karena mayoritas kami semua adalah perempuan dan lelaki nya hanya sedikit, ketika bola dipukul dan pukulan teman kami ternyata jauh kami semua serentak teriak-teriak disitu terletak seru dan bahagia kami. Permainan kami berlanjut sampai ada teman kami yang terkena bola dan kelompok yang jaga masuk dan bermain, namun kelompok yang main mereka menjadi menjaga. Permainan kami berlangsung sangat seru dan terlihat keceriaan yang tergambar diwajah teman-teman termasuk saya. Akhirnya kami mengakhiri permainan kasti dan mencoba permainan yang lain. Saya pun mencoba bermain permainan patok lele. Permainan ini sangat seru juga, karena dimainkan dengan 2 bentuk kayu yang memiliki ukuran yang berbeda, yang satu berukuran pendek dan yang satu nya lagi berukuran panjang. Cara bermain nya cukup sederhana namun rumit, yaitu dengan cara memukul kayu yang kecil dengan kayu yang besar sehingga kayu yang kecil terlempar, namun jika kayu yang dilempar mengenai atau tertangkap oleh kelompok lawan maka kalah. Setelah merasa capek kami pun minum sambil melihat teman-teman kami yang lain yang sedang asik bermain dengan wajah yang sumringah.

Setelah istirahat sebentar kami pun lanjut bermain lompat tali. Ternyata banyak tahap yang dipakai dalam permainan lompat tali. Ada yang mulain dari mata kaki, lutut, paha, pinggang, dada, telingga, kepala hingga merdeka. Terasa sangat menyenangkan karena bermain bersama-sama mengajak kita merasakan seperti masa kecil kita dahulu, berikut gambarnya:

            Ada sebagian teman-teman yang bermain congklak. Permainan congklak merupakan permainan dua orang anak perempuan dengan menggunakan alat yang bernama congklak yang diisi dengan batu sebanyak 7 buah disetiap lubangnya. Berikut gambarnya:

Berikut adalah bentuk keceriaan yang tergambar dalam keseruan kami bermain permainan rakyat yang tergambar dari wajah teman-teman :

Gambar diatas menunjukkan bahwa permainan rakyat merupakan permainan yang sangat digemari oleh kebanyakan masyarakat melayu. Pada gambar terlihat antusias bapak Elmustian sangat besar dalam mengapresiasi budaya melayu yang ada dan melestarikan budaya tersebut sehingga tidak hilang dan termakan oleh zaman yang semakin lama semakin mewah dan semakin maju dengan adanya tekhnologi yang makin pesat perkembangannya.

Iklan