Pekanbaru- Indonesia butuh pahlawan untuk naik kelas dari negara berkembang menjadi industri baru, dan kelapa sawit adalah salah satu komoditas yang paling berpeluang untuk memenuhi syarat kepahlawanan tersebut. Berdasarkan kecenderungan peningkatan produktifitas dan laju penambahan luas penanaman kelapa sawit, Indonesia menjadi produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia dan menggungguli Malaysia. Produksi minyak kelapa sawit Indonesia sudah mengalami peningkatan yang sangat mengesankan bagu seluruh dunia. Jika pada tahun 1985 produksi meningkat mencapai 1,3 juta ton maka untuk tahun 2006, produksi destinasi 14,7 juta ton CPO (Crude Palm Oil) (dalam pannduan lengkap Kelapa Sawit karya Iyung Pahan).

Minyak sawit atau minyak kelapa sawit adalah minyak nabati edibel yang didapatkan dari mesocarp buah pohon kelapa sawit. Umumnya dari spesies Elaeis guineensis, dan sedikit dari spesies Elaeis oleifera dan Attalea maripa. Minyak sawit secara alami berwarna merah karena kandungan beta-karoten yang tinggi. Minyak sawit berbeda dengan minyak inti kelapa sawit (palm kernel oil) yang dihasilkan dari inti buah yang sama. Minyak kelapa sawit juga berbeda dengan minyak kelapa yang dihasilkan dari inti buah kelapa (Cocos nucifera). Perbedaan ada pada warna (minyak inti sawit tidak memiliki karotenoid sehingga tidak berwarna merah), dan kadar lemak jenuhnya. Minyak sawit mengandung 41% lemak jenuh, minyak inti sawit 81%, dan minyak kelapa 86% (sumber: Wikipedia).

Minyak sawit termasuk minyak yang memiliki kadar lemak jenuh yang tinggi. Minyak sawit berwujud setengah padat pada temperatur ruangan dan memiliki beberapa jenis lemak jenuh asam laurat (0.1%), asam miristat (1%), asam stearat (5%), dan asam palmitat (44%). Minyak sawit juga memiliki lemak tak jenuh dalam bentuk asam oleat (39%), asam linoleat (10%), dan asam alfa linoleat (0.3%). Seperti semua minyak nabati, minyak sawit tidak mengandung kolesterol meski konsumsi lemak jenuh diketahui menyebabkan peningkatan kolesterol lipoprotein densitas rendah dan lipoprotein densitas tinggi akibat metabolisme asam lemak dalam tubuh. Minyak sawit juga GMO free, karena tidak ada kelapa sawit termodifikasi genetik (GMO) yang dibudidayakan untuk menghasilkan minyak sawit. Minyak sawit adalah bahan memasak yang umum di negara tropis di Afrika, Asia Tenggara, dan sebagian Brasil (sumber: Wikipedia).

Khususnya di provinsi Riau. Tanaman pohon kelapa sawit bukanlah tanaman yang langka ataupun jarang di temui. Tanaman berakar serabut itu merupakan tanaman yang bisa dibilang hampir menghiasi sebagian daratan Riau. Pohon yang memiliki akar serabut ini sangat menghisap air. Tidak seperti pohon-pohon hutan lainnya yang mampu menyimpan air dan memiliki akar tunggal. Sehingga pohon kelapa sawit ini menurut pendapat sebagian masyarakat sangat merugikan masyarakat itu sendiri. Contohnya saja, ketika musim hujan melanda. Daerah yang di tanami oleh pohon kelapa sawit akan banjir. Disebabkan karena pohon kelapa sawit itu tidak mampu menyerap air apabila terlalu banyak. Selain itu, daerah bekas di Tanami pohon kelapa sawit akan tandus seperti padang pasir.

Banyak problema yang menghantui pemilik perkebunan kelapa sawit. Selain yang telah disebutkan sebelumnya, beberapa masalah perkebunan kelapa sawit yang lain adalah berupa hama dan penyakit. Hama merupakan hewan yang mengganggu produksi pertanian (sumber KBBI). Hama perusak tanaman yaitu babi hutan, tupai, tikus, dan terutama serangga. Sedangkan penyakit merupakan sesuatu yang menyebabkan terjadinya gangguan pada makhluk hidup (sumber KBBI). Gangguan kesehatan yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau kelainan sistem faal atau jaringan pada orang tubuh (pada makhluk hidup).

Meskipun kontra terhadap perkebunan kelapa sawit sangat banyak, Namun, ada juga masyarakat yang pro dengan adanya perkebunan kelapa sawit tersebut. Kelapa sawit merupakan tumbuhan industri penting penghasil minyak masak, minyak industri, maupun bahan bakar (biodiesel). Tidak sedikit masyarakat yang membuat perkebunan kelapa sawit karena menghasilkan keuntungan besar. Sehingga banyak hutan dan perkebunan lama di konversi menjadi lahan perkebunan. Ditambah lagi Indonesia adalah penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Selain itu, manfaat utama minyak sawit sebagai minyak makan, minyak sawit juga dapat digunakan sebagai pengganti lemak susu dalam pembuatan susu kental manis dan susu skim.

Selain beberapa manfaat yang telah disebutkan diatas, ada banyak keunggulan kelapa sawit. Hasil dari perkebunan kelapa sawit adalah buahnya yang dapat di manfaatkan dan dapat di gunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari kebutuhan masak hingga kosmetik. Hasil dari kelapa sawit yang menjadi keperluan masak bisa berupa minyak goreng, dan keturunannya. Selain itu, minyak kelapa sawit memiliki kelebihan yaitu harga nya yang murah, rendah kolesterol. Minyak sawit juga merupakan bahan baku untuk membuat margarine.

Pro dan kontra akan terus ada tentang sesuatu hal, baik itu pro ataupun kontra haruslah disertai dengan alasan yang kuat. Pro dan kontra perkebunan sawit memang sangat banyak, tetapi itu tergantung pada diri seseorang tersebut apa dia mendukung atau malah menolak sebuah tanggapan.

 

 

 

 

 

Iklan